Kebanyakan pola pikir kita orang indonesia, sering terlihat ada orang yang agak-agak sok pintar sibuk dengan teori konspirasi, orang yang berpendidikan doyan dengan ilmu cocoklogi (mereka yang suka mencocok2an ini dan itu), orang yang tidak berpendidikan hobi dengan tahyul.
Begitulah orang Indonesia termaksud aku dulu, sampai pada satu titik akhirnya sadar bahwa dari sejak kecil sudah termakan propaganda, Bahwa Indonesia lawan belanda dengan bambu runcing. Benarkah? padahal sebenarnya pejuang kita pada saat itu melawan belanda dengan merampas senjata penjajah yang canggih. begitu juga dengan propaganda bahwa hidup di desa itu bahagia. Apakah benar? berdasarkan indeks kebahagian Versi Bank Indonesia hidup dikota lebih bagia dibanding desa. Terkadang Propaganda diciptakan untuk membuat ilusi kebanggan terhadap negri sendiri tapi itu sangat beresiko membuat kita tidak kritis lagi. Pertanyaannya adalah apakah kita masih ingin dijejali terus menerus dengan propaganda yang sudah ada sejak dulu atau tidak? Itu pilihan kalian sendiri. Saran penulis berhati-hatilah terlebih Propaganda dengan kemasan menarik. JEP
Begitulah orang Indonesia termaksud aku dulu, sampai pada satu titik akhirnya sadar bahwa dari sejak kecil sudah termakan propaganda, Bahwa Indonesia lawan belanda dengan bambu runcing. Benarkah? padahal sebenarnya pejuang kita pada saat itu melawan belanda dengan merampas senjata penjajah yang canggih. begitu juga dengan propaganda bahwa hidup di desa itu bahagia. Apakah benar? berdasarkan indeks kebahagian Versi Bank Indonesia hidup dikota lebih bagia dibanding desa. Terkadang Propaganda diciptakan untuk membuat ilusi kebanggan terhadap negri sendiri tapi itu sangat beresiko membuat kita tidak kritis lagi. Pertanyaannya adalah apakah kita masih ingin dijejali terus menerus dengan propaganda yang sudah ada sejak dulu atau tidak? Itu pilihan kalian sendiri. Saran penulis berhati-hatilah terlebih Propaganda dengan kemasan menarik. JEP

0 komentar:
Posting Komentar